.post-body.entry-content { text-align: justify; }

Selasa, 30 April 2013

Selamat Datang, di blog kami, kami menyediakan belut dan olahannya

Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat Datang Di blog kami, Kami adalah sebuah usaha pembibitan dan pembesaran belut dikarawang, karawang adalah daerah pertanian dan merupakan lumbung nasional, cocok untuk budidaya belut, belut merupakan hewan sejenis ikan yang kandungan gizi nya cukup lengkap, hingga banyak diminati dipasaran, Seiring dengan banyak peminat yang ingin beternak belut khususnya wilayah karawang, Kami menawarkan Bibit belut, indukan, media serta pelatihan. Semoga Sumbangsih kami dapat berguna amin SELAYANG PANDANG TENTANG BELUT Seiring dengan banyaknya informasi di media baik online, maupun media masa lain,banyak orang yang tertarik membudidayakan hewan sejenis ikan ini, diawali dengan persiapan media,persiapan media ini, bisa dengan kita mencarinya diawal karena bahan-bahannya terbilang gampang dicari Bahan-bahan media belut Bahan-bahan yang diperlukan antara lain : 1.Tanah sawah atau kebun Sebagai media utama yang harus disiapkan, berfungsi sebagai penahan suhu agar belut tidak terkena panas akibat terik sinar matahari langsung. Ketebalan media Lumpur sebaiknya tidak kurang dari 20 cm setelah dilakukan permentasi atau sekitar 50% dari tinggi kolam. Karena biasanya media awal yang kita masukan pasti akan mengalami susut hampir setengahnya dari ketinggian awal setelah dilakukan permentasi. 2. Jerami, harus dipermentasikan (pembusukan) dahulu diluar kolam sebelum dimasukan sebagai media tanam 3.Gedebong pisang / kompos, harus dipermentasikan (pembusukan) dahulu diluar kolam sebelum djadikan sebagai media tanam.Pembusukan atau permentasi dapat menggunakan bantuan EM4 atau SO Kontan LQ untuk mempercepat prosesnya. caranya adalah sebagai berikut : masukan bahan media jerami dan gedebong pisang tadi kedalam kantong plastik, kemudian berikan larutan bahan EM4 atau SO Kontan LQ secukupnya sesuai dosis dan petunjuk pemakainnya, selanjutnya tutup rapat kantong plastik tersebut dan diamkan selama 7 (tujuh) hari, hingga bahan media tadi menjadi busuk dan terurai. Setelah bahan jerami dan gedebong pisang busuk kemudian masukan kedalam kolam yang sudah diisi dengan Lumpur atau tanah sawah, kemudian alirkan air secara merata dan penuh sehingga semua media terendam semuanya. Diamkan selama 7 hari baru setelah 7 (tujuh) hari kemudian air dibuang seluruhnya kemudian setelah itu isi kembali air hingga merata dengan permukaan media. Untuk kelebihan air usahakan tidak lebih dari 3 cm kalo bisa dipertahankan tidak lebih dari 3 cm. Selanjutnya media bisa ditanami eceng gondok secukupnya, usahakan jangan terlalu penuh apalagi menutupi permukaan media seluruhnya, hal ini untuk menjaga air tidak cepat kering. Cara ini selain efektif berhasil ternyata sebagai solusi bagi yang tidak memiliki air untuk sirkulasi. Hingga nantinya sirkulasi air dapat dilakukan selama 3 hari sekali. Tanda apabila media sudah cocok, adalah ditusuk tusuk memakai bamboo, apabila air/uap yang keluar tidak mengeluarkan bau, maka media cocok untuk di diami belut. PERSIAPAN KOLAM Setelah persiapan pakan baru kemudian kita mempersiapakan kolam untuk budidaya belut. Sebelumnya tentukan dahulu lokasi untuk pembuatan kolam, pilihlah lokasi kolam yang teduh tidak terik terkena sinar matahari langsung. Dan usahakan mudah dalam sistem pengairan. Secara struktur kolam belut dapat dibedakan menjadi dua macam: 1. a. Kolam permanen Kolam permanen biasanya terbuat dari semen atau tembok, anda bisa memanfaatkan kolam bekas budidaya ikan yang tidak produktif. Kolam ini mempunyai keuntungan tahan lama dan kuat serta suhu air biasanya stabil menggunakan kolam ini. Sebelum anda investasi awal di kolam permanen ada baiknya menghitung dahulu untung ruginya serta harus benar-benar mempersiapkan keilmuan Sumber Daya Manusianya secara matang agar pilihan budidaya belut ini berhasil dengan baik. Apa lagi apabila berniat terjun besar-besaran secara total di bisnis ini. 1. b. Kolam semi permanen Apabila anda berencana untuk mencoba – coba dulu untuk budidaya belut ini, kolam semi permanen bisa menjadi pilihan, biasanya kolam semi permanen ini dapat menggunakan • kolam plastik, • kolam terpal, • kolam jaring, • kolam drum / kolam tong • kolam fiber dan lain-lain. Kolam ini selain murah juga cukup efisien digunakan di halaman yang tidak terlalu luas walaupun mempunyai resiko sangat rentan dengan kebocoran tetapi dengan perlakuan hati-hati kolam ini bisa awet dan tahan lama. Jenis-jenis kolam belut Menurut jenisnya kolam budidaya belut terbagi atas 3 (tiga) bagian diantaranya adalah : 1. Kolam untuk pemijahan/pendederan Ukuran kolam pemijahan bisa disesuaikan menurut pilihan, • Apabila anda memilih untuk memijahkan belut sepasang, bisa dengan jumlah belut x(T) 0,8 m x (L)1mmenggunakan kolam ukuran (P)1m indukan 3 (tiga) ekor, yaitu 1(satu) ekor pejantan dan 2(dua) ekor betina. • Tetapi apabila pilihannya pemijahan secara masal bisa menggunakan kolam sesuai ukuran belut indukan yang akan ditebar, idealnya kolam pemijahan 1 : 1 sama dengan kolam untuk pembesaran, yaitu 1 (satu) m luas kolam bisa diisi dengan belut indukan 1 (satu) pasang. Dalam kolam pemijahan masal, 1 (satu) pasang belut indukan bisa ditambahkan belut betinanya menjadi 3-4 ekor. Ini dilakukan agar dapat mempercepat proses perkawinan dan supaya bisa memperbanyak telur yang akan dihasilkan nantinya. 2. Kolam untuk pembesaran Kolam pembesaran terbagi menjadi 2 (dua) tahapan, • pada tahap pertama kolam pembesaran dimaksudkan untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm, lama pemeliharaan 3 bulan hingga menghasilkan belut ukuran 15 – 20 cm. • tahap berikutnya kolam pembesaran untuk belut ukuran 15 – 20 cm pemeliharaan selama 3 bulan untuk menghasilkan belut ukuran 30 – 40 cm. untuk 1 (satu) tahap sekaligus pemeliharaan bisa dilakukan langsung dari belut ukuran 5-8 cm sampai menghasilkan belut ukuran 30 – 40 cm selama jenjang waktu 6 (enam) bulan, yang masa panennya di lakukan 2 bulan sekali untuk mensortir ukuran belut yang kecil dan besar hal ini dilakukan untuk mengurangi kanibalisme.. Bagi pemula yang ingin mencoba dalam pembesaran belut dapat memulai pemeliharaan dari belut ukuran 15-20 cm sampai menghasilkan belut ukuran 40-60 cm dalam jenjang waktu 4 bulan (disarankan panen dilakukan 2 kali selama 2 bulan). 3. Kolam untuk penampungan dan karantina Kolam penampungan berfungsi sebagai sarana untuk menyimpan belut hasil panen dan dapat digunakan pula sebagai tempat karantina belut sebelum ditebar kekolam. Karantina belut mempunyai manfaat yang penting selain untuk menghindari penularan bibit penyakit juga untuk mengurangi kematian di kolam pemeliharaan, sehingga diharapkan belut yang ditanam di kolam pembesaran adalah belut yang benar-benar sehat dan lincah setelah diadakan seleksi di kolam karantina. Karantina cukup dilakukan maksimal selama sehari semalam dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan sirkulasi, walaupun pada dasarnya belut dapat bertahan lama di air bersih. Selama karantina belut tetap harus di berikan pakan, ini agar belut yang lincah tidak menjadi lemes dan yang lemas tidak menjadi mati. Kapasitas daya tampung kolam yang ideal adalah 1:1 yaitu 1 (satu) m kolam belut diisi dengan 1 (satu) kg belut, atau dengan rincian sebagai berikut: • .untuk belut ukuran 1 – 5cm mempunyai daya tampung 500 ekor/m • .Untuk belut ukuran 5-10cm mempunyai daya tampung 250 ekor/m • .Untuk ukuran belut 15-20cm mempunyai daya tampung 50 ekor/m dari jumlah belut per ekor diatas diasumsikan mempunyai berat 1 kg sesuai ukuran panjangnya masing-masing.